Petani Brebes Andalkan EM4 untuk Dongkrak Hasil Bawang Merah Varietas Bima
Rabu, 04 Februari 2026
162 x Dilihat
Kabupaten Brebes sudah lama dikenal sebagai sentra produksi bawang merah nasional. Komoditas ini tak hanya menjadi bumbu dapur utama, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Mayoritas petani di daerah ini menggantungkan hidup dari budidaya bawang merah.
Salah satunya adalah Nursidik (47), petani asal Desa Klampok, Kabupaten Brebes, yang konsisten mengembangkan bawang merah varietas Bima di lahan seluas setengah hektar. Varietas ini dipilih karena sedang tren di kalangan petani serta dikenal memiliki ukuran umbi yang relatif lebih besar.
“Bawang merah varietas Bima banyak ditanam petani di sini karena umbinya cenderung besar dan hasilnya bagus,” ujar Sidik, sapaan akrabnya.
Optimalkan Lahan dengan EM4
Sidik menerapkan teknik budidaya ramah lingkungan dengan memanfaatkan pupuk hayati Effective Microorganisms 4 (EM4). Lahan yang sebelumnya ditanami padi tidak langsung ditanami bawang merah, tetapi melalui proses perbaikan tanah terlebih dahulu.
Setelah panen padi, jerami disebar merata di permukaan tanah, lalu disemprot larutan EM4. Jerami tersebut kemudian ditutup dengan tanah dan diolah kembali untuk membuat bedengan tanam. Sebelum benih bawang merah ditanam, lahan kembali disemprot EM4 produksi PT Songgolangit Persada.
Selain itu, Sidik juga meracik pupuk organik cair (POC) sendiri dengan campuran EM4 200 ml, molase (tetes tebu) 200 ml, dan 17 liter air sumur atau sungai.
Tanah Lebih Subur, Umbi Lebih Besar
Menurut Sidik, penggunaan EM4 terbukti meningkatkan kesuburan tanah. Struktur tanah menjadi lebih gembur dan lembut, sehingga akar bawang mudah menembus tanah dan menyerap nutrisi.
“Dengan EM4, tanah jadi lebih gembur. Akar bawang lebih mudah masuk dan menyerap unsur hara. Dampaknya, pertumbuhan tunas lebih bagus, umbi berkembang banyak dan ukurannya lebih besar,” ungkapnya saat ditemui tim YouTube EM INDONESIA OFFICIAL.
Ia mengaku sudah mengenal EM4 sejak tahun 2004. Menurut pengalamannya, tanpa EM4 hasil panen cenderung kurang maksimal karena umbi bawang tidak berkembang optimal.
Tekan Serangan Hama
Selain meningkatkan kesuburan tanah, Sidik menilai penggunaan EM4 membantu menekan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Salah satu hama utama bawang merah di Brebes adalah ulat bawang (Spodoptera exigua) yang kerap menimbulkan kerugian besar.
“Biasanya petani sering terkendala ulat. Tapi dengan sentuhan EM4, serangan hama bisa ditekan sehingga tetap bisa panen sesuai harapan,” jelasnya.
Ia juga membandingkan dengan lahan petani lain yang tidak menggunakan EM4, di mana tanah cenderung kurang sehat, umbi lebih kecil, dan tanaman lebih mudah terserang hama maupun penyakit.
Dengan pendekatan budidaya berbasis mikroorganisme ini, Sidik berharap produktivitas bawang merah Brebes tetap terjaga sekaligus menjaga kesehatan tanah untuk jangka panjang.