EM4 Indonesia

Denpasar, Bali, Indonesia

Call: 0816574045

info@em4indonesia.com

Probiotik EM4 Jaga Stabilitas Air, Produksi Udang Vaname Lebih Optimal

Selasa, 17 Maret 2026

326 x Dilihat

EM4 Indonesia

Probiotik EM4 dipergunakan dalam budidaya tambak udang di kawasan Situbondo, Jawa Timur.

Kualitas air menjadi faktor kunci dalam keberhasilan usaha budidaya udang. Sebagai media utama bagi udang untuk hidup, tumbuh, dan berkembang, kondisi air tambak harus dijaga tetap stabil dan nyaman agar target produksi dapat tercapai secara optimal.

Hal tersebut diungkapkan Subiantoro, teknisi tambak udang milik Sam Wahono di kawasan Situbondo, Jawa Timur, saat ditemui Dewa Suryada, staf marketing PT Songgolangit Persada (SLP) Bali dalam kunjungan ke sejumlah tambak udang di wilayah tersebut.

Menurut Subiantoro, sejak tahun 2006 dirinya telah menerapkan teknologi Effective Microorganisms (EM4) dalam pengelolaan tambak udang di berbagai lokasi. Ia menilai penggunaan EM4 mampu menjaga kualitas air tetap stabil.

“Dengan menggunakan EM4, kualitas air lebih stabil,” ujarnya saat mengamati tambak udang yang tertata rapi dengan ukuran setiap petak rata-rata 11 are di atas lahan seluas 3 hektar.

Ia menjelaskan, sebelum diaplikasikan, EM4 terlebih dahulu diaktifkan dengan mencampurkan 18 liter air sumur atau air sungai, 1 liter EM4, dan 1 liter tetes tebu (molase). Campuran tersebut diaduk hingga merata, kemudian disimpan dalam wadah tertutup rapat. Setiap hari tutup wadah dibuka sebentar untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi. Setelah lima hari, EM4 aktif siap digunakan.

Pengaplikasian EM4 aktif dilakukan sejak tahap awal, sebelum penebaran benur (benih udang), dengan dosis satu ppm sebanyak dua kali dalam seminggu. Selain itu, dalam persiapan air tambak, Subiantoro juga memanfaatkan fermentasi bekatul menggunakan EM4 aktif yang diaplikasikan sebanyak tiga kali sebelum penebaran benur.

Setelah benur ditebar, penggunaan EM4 tetap dilakukan secara rutin dua kali dalam seminggu. Seiring pertumbuhan udang, frekuensi aplikasi ditingkatkan menjadi tiga kali dalam seminggu untuk menyesuaikan dengan peningkatan kebutuhan pakan.

“Seiring perkembangan udang yang semakin besar, pengaplikasian EM4 perlu ditingkatkan karena kebutuhan pakan juga bertambah,” jelasnya.

Penggunaan probiotik EM4 dinilai mampu memperbaiki kualitas air tambak dengan menguraikan sisa pakan dan kotoran menjadi senyawa organik yang bermanfaat. Selain itu, EM4 juga membantu menekan pertumbuhan mikroorganisme patogen, mengurangi risiko hama dan penyakit, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi udang, khususnya jenis vaname.

Sementara itu, Dewa Suryada menambahkan bahwa penerapan teknologi EM4 telah dilakukan di berbagai tambak udang, khususnya di wilayah Jawa Timur. Ia menyebutkan, tambak yang menggunakan EM4 memiliki ciri khas warna air yang cenderung kecoklatan.

“Warna air tambak yang menggunakan EM4 biasanya lebih kecoklatan, sesuai karakter EM4 yang dipadukan dengan molase,” ungkapnya.

 


Berita Terkini