EM4 Indonesia

Denpasar, Bali, Indonesia

Call: 0816574045

info@em4indonesia.com

Februari, 2026

Ketahanan Pangan dan Ekonomi Harus Dibangun dari Desa

EM4 Indonesia
Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana MAgr.

Ketahanan Pangan dan Ekonomi Harus Dibangun dari Desa
Ketahanan pangan memiliki kaitan erat dengan ketahanan ekonomi nasional. Pentingnya pemanfaatan Effective Microorganisms (EM) sebagai teknologi kunci dalam pengolahan limbah organik serta peningkatan produktivitas pertanian. Pembangunan ketahanan pangan harus dimulai dari pemanfaatan lahan secara optimal.
Ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi sangat berhubungan. Berawal dari pemanfaatan lahan yang optimal, sehingga tidak ada lagi lahan yang menganggur, baik di desa maupun di kota.
Salah satu cara memperkuat fondasi ketahanan pangan adalah melalui diversifikasi bahan pangan. Tidak hanya fokus pada satu komoditas, masyarakat perlu menanam berbagai jenis tanaman seperti umbi-umbian, rimpang-rimpangan, sayuran, biji-bijian, hingga buah-buahan.
Selain itu, pentingnya pengolahan pasca panen agar hasil pertanian dapat disimpan lebih lama dan diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Lumbung Pangan dan Koperasi Harus Diperkuat. Konsep lumbung pangan dan cadangan pangan yang terintegrasi, baik seperti bulog maupun fasilitas penyimpanan di sektor perikanan.
Cadangan pangan memungkinkan hasil produksi yang tinggi bisa disimpan dengan baik sehingga tidak banyak yang rusak dan harga tetap stabil.
Ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat. Karena itu, penguatan koperasi dan kelompok masyarakat sebagai motor penggerak bersama.
Peranan Teknologi EM untuk Pertanian Berkelanjutan di antaranya:
Memfiksasi nitrogen dan meningkatkan penyerapan nutrisi tanaman
Menekan patogen tanah, sehingga produktivitas meningkat
Mempercepat dekomposisi limbah organik, menghasilkan kompos dan bokashi berkualitas
Meningkatkan aktivitas mikroorganisme lokal (indigenous) yang membantu pertumbuhan tanaman
Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit
Meningkatkan kualitas lingkungan peternakan, termasuk mengurangi bau dan memperbaiki mikroflora pencernaan ternak.
Tak hanya di bidang tanaman, pemanfaatan EM juga membantu menekan polusi tanah dan air, meningkatkan kualitas sungai, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
“Lingkungan yang sehat membuat masyarakat bisa produktif. Ini yang disebut sebagai wellness industry,”