EM4 Mempermudah Beternak Sapi
Selasa, 10 Maret 2026
229 x Dilihat
Penyuluh Provinsi Bengkulu Novran Tri Bakti mengatakan, Khusus dalam bidang peternakan biasanya hambatan pada dunia peternakan adalah sumber pencemaran limbah dari kotoran yang dihasilkan sehingga ini menjadi masalah yang serius jika tidak ditangani dengan baik.
Kemudian menggunaan pakan alternative, yang diharapkan dapat menyeimbangkan mikroorganisme yang menguntungkan dalam perut ternak atau memperbaiki dan meningkatkan kesehatan ternak serta meningkatkan mutu daging ternak.
Karena itu, atas saran Novran, Pak Dadang peternak asal Kota Manna Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu ini, menggunakan teknologi yang mampu menjawab persoalan-persoalan yang menjadi hambatan dalam dunia peternakan di kota Bengkulu. Yakni dengan teknologi EM4.
Dengan teknologi ramah lingkungan ini, ternak menjadi sehat dan tidak mudah stres, rasio konvensi makanan meningkat dan mutu daging meningkat. Dan tentunya, lingkungan tidak terganggu karena bau menyengat. Hubungan dengan masyarakat menjadi lebih baik karena limbah terproses menjadi pupuk untuk tanaman, dan lalat dan nyamuk menjadi berkurang. Serta biaya operasional dapat ditekan.
‘’Orang-orang disini banyak yang beternak sapi dan mereka sepertinya kewalahan dengan kondisi seperti itu, apalagi harus mencari pakan setiap hari dan biaya yang tinggi, sedang saya beternak sapi dengan teknologi EM4 menjadi mudah. Kendang tidak berbau dan juga pakan difermentasi bias disimpan jadi tidak mencari rumput setiap hari,’’kata Dadang.
Buktinya apa pakan bisa irit dan tidak memakan waktu banyak? Dadang menjelaskan bahwa ia hanya memcari pakan sekali dalam waktu 6 bulan (semusim). Jadi satu musim panen itu, jerami-jerami sisa-sisa pertanian yang dibuang petani dikumpulkan dan difermentasi sehingga pakan tersebut awet untuk waktu lama. ‘’Asal kita punya tong-tong yang banyak untuk tempat fermentasi untuk stok satu tahun bisa dan pakan yang sudah difermentasi itu semakin lama semakin harum sehingga ternakpun akan semakin suka memakannya.,’’katanya.