EM4 Indonesia

Denpasar, Bali, Indonesia

Call: 0816574045

info@em4indonesia.com

Daur Ulang Limbah Jadi Kunci, EM4 Dorong Produktivitas Pertanian

Kamis, 02 April 2026

152 x Dilihat

EM4 Indonesia

Membuat pupuk berkualitas dari limbah organik rumah tangga menggunakan bioaktivator EM4.

Direktur Utama PT Songgolangit Persada (SLP) sekaligus founder EM4, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr, menegaskan bahwa pertanian sehat dan berkualitas harus mampu menghasilkan produktivitas tinggi tanpa merusak lingkungan. Hal tersebut disampaikannya dalam Kuliah Umum bertajuk “Revolusi Pertanian Organik” yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda secara daring melalui Zoom dan diikuti lebih dari seratus peserta.

Dalam pemaparannya, Dr. Wididana menjelaskan bahwa pertanian organik ideal tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga harus ramah lingkungan, berkelanjutan, serta memberikan keuntungan bagi petani dan konsumen. Salah satu solusi yang dinilai efektif untuk mencapai hal tersebut adalah penerapan teknologi Effective Microorganisms (EM).

“Teknologi EM sangat mudah diterapkan, menguntungkan petani dan konsumen, tidak merusak alam, serta mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, teknologi EM yang menjadi dasar produk EM4 pertama kali ditemukan pada tahun 1980 oleh Prof. Dr. Teruo Higa dan kini telah digunakan di lebih dari 100 negara, termasuk Indonesia. Teknologi ini berperan penting dalam mengolah limbah organik melalui proses fermentasi sehingga mampu memperbaiki struktur fisik, kimia, dan biologi tanah.

Menurut alumnus University of the Ryukyus, Okinawa, Jepang tersebut, kunci utama pertanian organik terletak pada kemampuan mendaur ulang limbah organik. Limbah dari berbagai sumber seperti rumah tangga, hotel dan restoran, industri pengolahan makanan, pertanian, peternakan, hingga lumpur tambak dan saluran air dapat diolah menjadi pupuk berkualitas menggunakan EM.

“Pengolahan limbah ini tidak hanya mencegah pencemaran tanah, air, dan udara, tetapi juga mampu menghilangkan bau serta menekan penyebaran hama dan penyakit,” jelasnya.

Ia mengibaratkan tanah sebagai “usus” bagi ekosistem pertanian. Jika kondisi tanah rusak, maka keseimbangan lingkungan juga akan terganggu dan berdampak pada menurunnya produktivitas.

Lebih lanjut, Dr. Wididana mengingatkan bahwa limbah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari polusi udara dan bau tidak sedap, penyebaran penyakit pada tanaman, hewan, dan manusia, hingga penurunan produktivitas di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Konsepnya sederhana, setiap aktivitas manusia menghasilkan limbah, dan limbah tersebut harus diolah dengan baik agar tidak merusak lingkungan,” tegasnya.

Melalui kuliah umum ini, peserta mendapatkan pemahaman bahwa teknologi EM, yang menjadi dasar produk EM4, merupakan solusi nyata dalam mewujudkan pertanian sehat dan berkelanjutan. Dengan penerapan yang mudah, biaya terjangkau, serta manfaat yang luas, EM4 terus menjadi pilihan bagi petani dalam meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.


Berita Terkini

Berita Terkait

Video Terbaru

SAWAH INI DULUNYA TANAH ASAM SEKARANG PANEN HAMPIR 8 TON/Ha
“Kandang Ayam Nempel Rumah Warga, Tapi Nggak Bau?! Ini Buktinya…”
Cara Budidaya Lele Bioflok Tanpa Bau & Mortalitas Rendah | Tulang Bawang Lampung
Modal Kecil Untung Besar! Kisah Petani Gurame Sukses 16 Tahun | Budidaya Gurame + EM4
RAHASIA PAKAN ALTERNATIF AYAM, MENEKAN BAU KANDANG, AYAM CEPAT BESAR