Gunakan EM4, Peternak Ayam di Banyumas Nikmati Efisiensi dan Keuntungan
Senin, 13 April 2026
182 x Dilihat
Muhammad Budi Santoso sedang memeberi pakan ayam pejantan di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Seorang peternak ayam pejantan asal Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merasakan langsung manfaat penggunaan Effective Microorganisms 4 (EM4) dalam menunjang usaha ternaknya yang telah digeluti selama delapan tahun.
Peternak yang diketahui bernama Muhammad Budi Santoso (54) itu mengungkapkan, penggunaan EM4 mampu meningkatkan nafsu makan ayam serta mempercepat pertumbuhan. Menariknya, di tengah peningkatan performa ternak tersebut, biaya pakan justru menjadi lebih hemat.
“Dengan menggunakan EM4, nafsu makan ayam menjadi baik, pertumbuhannya bagus, namun biaya pakan justru irit,” ujarnya saat ditemui tim YouTube EM Indonesia Official di Banyumas, belum lama ini.
Usaha peternakan ayam pejantan yang dirintis sejak delapan tahun lalu didasari oleh tingginya permintaan ayam di wilayahnya. Banyaknya destinasi pariwisata dan usaha kuliner di Banyumas menjadi peluang besar yang dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis tersebut.
Jumlah ayam pejantan yang dipelihara berkisar antara 500 hingga 700 ekor, menyesuaikan dengan permintaan pasar. Pemasaran pun dinilai relatif mudah karena telah memiliki banyak pelanggan tetap.
Namun, perjalanan usaha tersebut tidak selalu berjalan mulus. Saat pandemi COVID-19 melanda, harga ayam sempat anjlok jauh di bawah standar, bahkan banyak ayam yang tidak laku terjual. Kondisi ini mendorong peternak untuk mencari strategi bertahan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menekan biaya produksi dengan membuat pakan alternatif. EM4 dikombinasikan dengan molase atau tetes tebu, ketela, serta konsentrat, lalu difermentasi selama sekitar satu minggu. Hasil fermentasi tersebut kemudian dicampurkan dengan pakan pabrikan, serta ditambahkan juga ke dalam air minum ayam.
Meski tidak mengikuti pelatihan khusus, peternak tersebut mempelajari secara mandiri kebutuhan nutrisi ternak, seperti kandungan protein, karbohidrat, dan mineral dari berbagai sumber.
Ia juga mengaku pertama kali mengenal EM4 dari penyuluh pertanian setempat, saat terjadi serangan hama di lahan persawahan akibat penggunaan kotoran ayam yang belum terolah dengan baik.
Tak hanya berdampak pada kesehatan dan produktivitas ayam, penggunaan EM4 juga membantu mengurangi bau pada kandang, sehingga lingkungan sekitar tetap nyaman.
“Karena kandang tidak berbau, bahkan warga mengira tidak ada ayam di kandang. Penggunaan EM4 mendukung kami mendapatkan keuntungan yang lumayan karena hasil ternak menjadi bagus,” ungkapnya.
Baca juga:
EM4 Peternakan Tingkatkan Produktivitas dan Kesehatan Ternak, Sekaligus Atasi Bau Kandang
Berita Terkini
Terpopuler
Berita Terkait