EM4 Indonesia

Denpasar, Bali, Indonesia

Call: 0816574045

info@em4indonesia.com

Teknologi Fermentasi dan EM4 Tingkatkan Produktivitas Ternak Kambing di Banyuwangi

Jumat, 24 April 2026

150 x Dilihat

EM4 Indonesia

Abdulazis sedang memberi pakan silase dari hijauan yang difermentasi dengan EM4 untuk pakan ternak kambingnya.

Performa produksi ternak yang optimal sangat ditentukan oleh ketersediaan pakan yang cukup, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Salah satu metode yang kini banyak diterapkan oleh peternak adalah teknik fermentasi pakan, yang terbukti mampu meningkatkan nilai gizi bahan pakan sekaligus memperbaiki ketersediaan nutrien bagi ternak.

Fermentasi membuat substrat pakan memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan bahan aslinya. Proses ini juga mendukung keseimbangan mikroba dalam rumen, khususnya pada ternak ruminansia seperti kambing. Mikroba rumen berperan penting dalam proses pencernaan, sehingga menjaga populasinya tetap stabil menjadi kunci keberhasilan dalam meningkatkan produktivitas ternak.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan penambahan probiotik EM4 (Effective Microorganisms 4), yang berfungsi meningkatkan jumlah mikroorganisme baik dalam rumen. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan EM4 dalam pakan konsentrat memberikan pengaruh signifikan terhadap pertambahan bobot badan serta efisiensi penggunaan ransum pada ternak kambing.

Peningkatan tersebut terjadi karena mikroorganisme dalam EM4 membantu mempercepat proses pencernaan bahan kering pakan. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan bobot badan, tetapi juga pada kesehatan ternak secara keseluruhan.

Keberhasilan penerapan teknologi ini dapat dilihat dari praktik peternakan yang dijalankan oleh Abdulazis (45), warga Kalipuro, Banyuwangi. Ia mengelola ratusan ekor kambing di UD Karya Etawa Farm dengan sistem budidaya organik berbasis teknologi EM4.

Bersama istrinya, Kasiani (40), Abdulazis telah menekuni usaha peternakan kambing sejak tahun 1998. Pada awalnya, jumlah ternak dan produksi susu masih terbatas. Namun sejak mulai mengembangkan usaha perah pada 2003, produksinya terus mengalami peningkatan.

“Awalnya jumlah kambing dan hasil susu masih sedikit, tapi seiring waktu dan pengalaman, alhamdulillah sekarang terus meningkat,” ujar Abdulazis.

Ia memulai dengan kambing lokal seperti Jawa Randu dan Peranakan Etawa (PE), sebelum akhirnya mengembangkan jenis kambing unggul melalui program persilangan. Dengan mengawinkan kambing lokal dengan kambing impor dari Swiss dan Australia, ia berhasil menghasilkan kambing Sapera yang memiliki produktivitas susu tinggi.

Saat ini, sekitar 50 persen ternaknya merupakan kambing Sapera hasil persilangan hingga generasi kelima (F5). Produksi susu yang sebelumnya hanya sekitar 1 liter per ekor kini meningkat menjadi 4–5 liter per hari.

Tidak hanya itu, efisiensi produksi juga meningkat secara signifikan. Jika sebelumnya 100 ekor kambing lokal hanya menghasilkan 70–100 liter susu per hari, kini 70 ekor kambing Sapera mampu memproduksi hingga 200 liter per hari.

Dari sisi pemasaran, Abdulazis mengaku tidak mengalami kendala. Permintaan susu kambing terus meningkat, baik dari konsumen lokal maupun luar daerah seperti Yogyakarta, Madura, Surabaya, hingga Bali.

Dalam menjaga kesehatan ternak dan kebersihan lingkungan kandang, Abdulazis secara konsisten menggunakan EM4. Ia memanfaatkan EM4 untuk membuat silase dari hijauan pakan, yang tidak hanya memperpanjang masa simpan tetapi juga meningkatkan kandungan protein.

“Saya gunakan EM4 untuk silase, sehingga pakan lebih awet dan bernutrisi. Ternak juga jadi lebih sehat,” jelasnya.

Selain untuk pakan, EM4 juga digunakan sebagai campuran air minum ternak serta untuk membersihkan kandang secara rutin. Hasilnya, pertumbuhan kambing menjadi lebih optimal, kotoran tidak berbau, dan lingkungan kandang tetap sehat.

“Alhamdulillah, tidak ada kambing yang kurus di sini. Ini sangat berpengaruh terhadap produksi susu,” tambahnya.

Menariknya, limbah kotoran kambing dari peternakan tersebut juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Banyak masyarakat yang datang untuk membeli karena kualitasnya yang baik sebagai pupuk organik.

Keberhasilan Abdulazis menunjukkan bahwa penerapan teknologi sederhana seperti fermentasi pakan dan penggunaan probiotik EM4 dapat memberikan dampak besar dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan.


Berita Terkini