Peternak Mampang Prapatan Manfaatkan EM4 Atasi Kelangkaan Pakan di Tengah Pemukiman Padat
Jumat, 08 Mei 2026
185 x Dilihat
Peternakan kambing di pemukiman padat penduduk di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Peternakan kambing di Kawasan Mampang Prapatan kini menghadapi tantangan ganda. Selain berada di tengah pemukiman warga yang padat, para peternak juga kesulitan memenuhi kebutuhan pakan hijauan akibat lahan terbatas dan harga pakan konsentrat yang terus naik. Limbah ternak dan bau yang menyengat kerap menjadi keluhan warga sekitar, sehingga integrasi antara peternakan dan pemukiman semakin sulit dipertahankan.
Untuk mengatasi kelangkaan pakan, sejumlah peternak mulai menerapkan solusi fermentasi menggunakan EM4 (Effective Microorganisms 4). EM4 mampu mempercepat proses fermentasi limbah pertanian dan dapur menjadi pakan berkualitas tinggi yang bergizi bagi kambing. Metode ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pakan impor atau hijauan segar yang mahal, tetapi juga membantu mengolah kotoran ternak menjadi pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu peternak yang sukses menerapkan teknologi ini adalah Sanusi (41). “Dulu susah sekali cari rumput tiap hari, apalagi lahan di Mampang sudah penuh bangunan. Sekarang dengan EM4, saya fermentasi dedak, limbah sayur, dan daun kering jadi pakan yang enak dimakan kambing. Bau kandang juga lebih terkendali, tetangga sudah jarang komplain,” ujar Sanusi, peternak kambing senior di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Keberhasilan Sanusi dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa peternakan skala kecil di perkotaan masih bisa bertahan dengan pendekatan ramah lingkungan. Penerapan EM4 diharapkan dapat menjadi contoh bagi peternak lain di wilayah DKI Jakarta agar tetap produktif tanpa mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Berita Terkini
Terpopuler
Berita Terkait