EM4 Indonesia

Denpasar, Bali, Indonesia

Call: 0816574045

info@em4indonesia.com

EM4 Meningkatkan Performan Produksi dan Kualitas Kuning Telur Ayam Ras

Kamis, 25 Juni 2026

451 x Dilihat

EM4 Indonesia

Ilustrasi : Pekerja melakukan aplikasi EM4 pada pakan ternak

Pakan merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi usaha peternakan ayam ras petelur. Oleh karena itu, pemanfaatan bahan pakan alternatif yang tersedia secara lokal menjadi salah satu upaya untuk menekan biaya produksi tanpa mengurangi produktivitas ternak. Dedak padi merupakan bahan pakan yang banyak digunakan karena mudah diperoleh dan memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik sebagai sumber energi dan protein.  Salah satu jenis dedak yang mulai dimanfaatkan adalah dedak padi hasil penggilingan berjalan. Jenis dedak ini dihasilkan dari mesin penggilingan yang tidak mampu memisahkan dedak dan sekam secara sempurna sehingga kandungan serat kasarnya lebih tinggi dibandingkan dedak halus pabrik. Kondisi tersebut menyebabkan daya cerna dedak menjadi lebih rendah apabila diberikan secara langsung kepada ayam petelur.

Untuk meningkatkan kualitas nutrisi dedak tersebut, dilakukan proses fermentasi menggunakan EM4 (Effective Microorganisms 4). Fermentasi membantu aktivitas mikroorganisme dalam menguraikan senyawa organik yang kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga bahan pakan lebih mudah dicerna. Selain itu, fermentasi juga dapat memperbaiki aroma, tekstur, dan palatabilitas pakan sehingga lebih disukai oleh ternak.

Penelitian ini diawali dengan membandingkan kualitas dedak padi hasil penggilingan berjalan dengan dedak halus pabrik. Hasil analisis menunjukkan bahwa dedak hasil penggilingan berjalan memiliki kandungan protein yang lebih rendah dan serat kasar yang lebih tinggi dibandingkan dedak halus. Perbedaan tersebut menjadi dasar dilakukannya fermentasi sebagai upaya meningkatkan kualitas bahan pakan alternatif tersebut.

Tahap berikutnya adalah proses fermentasi menggunakan beberapa dosis EM4 dan lama inkubasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi mampu meningkatkan kandungan protein dedak serta menurunkan karakteristik bahan yang kurang menguntungkan sebagai pakan unggas.  


Dedak yang telah difermentasi kemudian digunakan sebagai bahan penyusun ransum ayam ras petelur dengan beberapa tingkat substitusi terhadap dedak halus pabrik. Pengamatan dilakukan terhadap konsumsi pakan, produksi telur harian, massa telur, bobot telur, konversi pakan, serta kualitas kuning telur yang meliputi kandungan protein, lemak, dan kolesterol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dedak fermentasi mampu mempertahankan bahkan meningkatkan konsumsi pakan pada sebagian besar perlakuan. Kondisi ini diduga karena fermentasi menghasilkan pakan yang lebih mudah dicerna serta mengandung mikroorganisme yang membantu menjaga keseimbangan saluran pencernaan sehingga ayam memiliki nafsu makan yang lebih baik.

Bobot telur yang dihasilkan selama penelitian tetap berada pada kategori telur besar dan relatif stabil antarperlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan dedak fermentasi tidak memberikan pengaruh negatif terhadap ukuran telur sehingga tetap memenuhi standar produksi ayam petelur komersial.

Kualitas kuning telur juga mengalami perubahan yang cukup baik. Kandungan protein kuning telur tertinggi diperoleh pada perlakuan dengan penggunaan dedak fermentasi secara penuh sebagai pengganti dedak halus. Hasil tersebut menunjukkan bahwa fermentasi mampu meningkatkan pemanfaatan nutrien sehingga lebih banyak protein yang tersimpan pada kuning telur.

Pada kandungan lemak kuning telur, seluruh perlakuan menunjukkan hasil yang relatif serupa tanpa perbedaan nyata. Sementara itu, kadar kolesterol kuning telur masih berada pada kisaran yang normal pada seluruh perlakuan, meskipun terdapat variasi antarperlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan dedak fermentasi dengan EM4 tidak menyebabkan peningkatan kolesterol secara berlebihan.

Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa fermentasi dedak padi hasil penggilingan berjalan menggunakan EM4 mampu meningkatkan kualitas nutrisi bahan pakan, memperbaiki efisiensi pemanfaatan ransum, meningkatkan performa produksi ayam petelur, serta mendukung kualitas kuning telur. Pemanfaatan dedak fermentasi juga berpotensi menjadi alternatif untuk menekan biaya pakan sekaligus memanfaatkan limbah hasil pertanian secara lebih optimal.

Sumber penelitian: Permadi, H., & Gunadi, S. (2026). Performan Produksi dan Kualitas Kuning Telur Ayam Ras yang Diberikan Pakan Fermentasi. Biocaster: Jurnal Kajian Biologi, Volume 6, Nomor 1, Januari 2026, halaman 325–335. https://doi.org/10.36312/biocaster.v6i1.920

 

Pilih Yang Sudah Pasti EM4


Berita Terkini