EM4 Indonesia

Denpasar, Bali, Indonesia

Call: 0816574045

info@em4indonesia.com

Pakan Fermentasi EM4 Jadi Kunci Sukses Peternakan Domba Koesnandar di Subang

Senin, 06 Juli 2026

141 x Dilihat

EM4 Indonesia

Inovasi pembuatan pakan fermentasi berbasis teknologi Effective Microorganisms 4 (EM4) yang dilakukan Koesnandar, peternak asal Dusun Gardu, Desa Bendungan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, terbukti mampu meningkatkan kualitas pakan sekaligus menekan biaya produksi usaha ternak domba.

Koesnandar memanfaatkan jerami dan kulit kacang kedelai sebagai bahan utama pakan fermentasi. Kedua bahan tersebut dipilih karena mudah diperoleh dan memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi ternak.

Proses pembuatannya dimulai dengan memotong jerami kering hingga berukuran kurang dari lima sentimeter. Jerami kemudian dimasukkan ke dalam wadah besar atau silo dan dicampur dengan kulit kacang kedelai. Selanjutnya, campuran bahan tersebut diaduk merata lalu disemprot menggunakan larutan EM4 aktif sebelum difermentasi selama tujuh hari.

Setelah proses fermentasi selesai, pakan siap diberikan kepada domba. Menurut Koesnandar, teknologi ini menjadi solusi untuk menjaga ketersediaan pakan berkualitas, terutama saat musim kemarau ketika pakan hijauan sulit diperoleh.

“Saya tidak khawatir lagi jika musim kemarau dan terjadi kelangkaan pakan hijauan. Pakan fermentasi mampu memenuhi kebutuhan ternak,” ujar Koesnandar.

Melalui sentuhan teknologi EM4, jerami dan kulit kacang kedelai yang sebelumnya memiliki nilai ekonomi rendah dapat diubah menjadi pakan berkualitas tinggi yang mengandung nutrisi, serat, dan vitamin yang dibutuhkan ternak.

Selain membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, pakan fermentasi juga berperan menjaga kesehatan sistem pencernaan domba sehingga proses pencernaan dan penyerapan nutrisi berlangsung lebih optimal. Keunggulan lainnya, pakan fermentasi dapat disimpan dalam jangka waktu lama tanpa mengurangi kualitas nutrisinya, bahkan mampu bertahan hingga satu tahun.

Koesnandar mengakui penggunaan pakan fermentasi memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ternaknya. Domba menjadi lebih sehat, gemuk secara alami, serta tidak mudah mengalami stres.

Untuk usaha peternakannya, Koesnandar memilih membudidayakan domba atau gibas berekor tipis. Jenis domba ini dinilai memiliki berbagai keunggulan, antara lain pertumbuhan yang cepat, daya tahan tubuh yang baik terhadap penyakit, produktivitas tinggi, serta komposisi daging yang lebih besar sehingga memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai ternak potong.

Menurutnya, kunci utama keberhasilan beternak domba adalah tersedianya pakan berkualitas secara berkelanjutan. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui pakan fermentasi yang memiliki kandungan protein lebih baik dibandingkan beberapa jenis pakan konsentrat pabrikan.

Tidak hanya meningkatkan performa ternak, pakan fermentasi juga memberikan keuntungan dari sisi efisiensi biaya. Jika sebelumnya ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp7.500 untuk setiap bongkok ramban atau daun-daunan segar sekali pemberian pakan, kini biaya tersebut dapat ditekan menjadi sekitar Rp2.000 per sekali makan.

“Selisih biaya produksi ini bisa dikembangkan lagi untuk membeli ternak,” kata Koesnandar.

Perjalanan usaha peternakan yang dijalankannya juga menjadi bukti keberhasilan penerapan teknologi pakan fermentasi. Berawal dari hanya tiga ekor domba, dalam kurun waktu kurang dari sembilan tahun jumlah ternaknya berkembang hingga mendekati 100 ekor.

Saat ini, domba-domba tersebut dipelihara dalam enam kandang besar. Pakan fermentasi diberikan setiap hari pada siang atau sore hari, kemudian dilengkapi dengan pakan hijauan atau rumput.

Dengan dukungan pakan fermentasi, pertumbuhan domba menjadi lebih cepat sehingga sudah dapat dipasarkan pada usia sekitar tujuh hingga delapan bulan. Harga jual domba dari kandang mencapai sekitar Rp1,6 juta per ekor. Nilai tersebut dinilai cukup menjanjikan karena domba yang dihasilkan memiliki tubuh kekar, berisi, dan menunjukkan kualitas ternak yang baik.

Keberhasilan Koesnandar membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi EM4 dalam pembuatan pakan fermentasi tidak hanya membantu mengatasi persoalan ketersediaan pakan, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas dan keuntungan usaha peternakan domba secara berkelanjutan.


Berita Terkini