Studi Kasus
Penerapan Teknologi Effectives Microorganisms (EM) pada Pengolahan Air Limbah Susu untuk Keperluan Irigasi
Senin, 20 Juli 2026
240 x Dilihat
Penerapan Teknologi Effectives Microorganisms (EM) pada Pengolahan Air Limbah Susu untuk Keperluan Irigasi
Air merupakan sumber daya yang sangat penting bagi berbagai kegiatan manusia, termasuk industri dan pertanian. Salah satu industri yang menggunakan air dalam jumlah sangat besar adalah industri pengolahan susu. Dalam proses produksi susu menjadi berbagai produk olahan, dibutuhkan banyak air untuk mencuci bahan baku, peralatan, lantai produksi, maupun sebagai bagian dari proses pengolahan. Akibatnya, industri ini menghasilkan limbah cair dalam jumlah yang sangat besar, bahkan setiap satu liter susu yang diproses dapat menghasilkan sekitar 6–10 liter air limbah. Limbah tersebut mengandung berbagai bahan pencemar seperti protein, lemak, laktosa, padatan tersuspensi, nitrogen, fosfor, serta senyawa organik lainnya. Jika dibuang langsung ke sungai atau badan air tanpa pengolahan, limbah ini dapat menurunkan kualitas air, mengurangi kandungan oksigen terlarut, menimbulkan bau yang tidak sedap, serta mengganggu kehidupan organisme perairan. Kandungan nitrogen dan fosfor yang tinggi juga dapat memicu eutrofikasi, yaitu pertumbuhan alga secara berlebihan yang akhirnya menyebabkan kematian ikan dan organisme air lainnya. Oleh karena itu, diperlukan teknologi pengolahan limbah yang efektif, murah, dan ramah lingkungan agar air limbah dapat dimanfaatkan kembali, salah satunya untuk keperluan irigasi.
Salah satu teknologi yang mulai banyak dikembangkan adalah penggunaan Effective Microorganisms (EM) atau mikroorganisme efektif. Teknologi ini memanfaatkan mikroorganisme yang mampu menguraikan bahan organik menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga kualitas air limbah meningkat. Dibandingkan dengan teknologi pengolahan limbah konvensional, penggunaan EM memiliki beberapa keunggulan, antara lain biaya operasional yang relatif rendah, proses pengolahan yang sederhana, tidak memerlukan penggunaan bahan kimia dalam jumlah besar, menghasilkan lumpur lebih sedikit, dan lebih ramah terhadap lingkungan. Selain itu, mikroorganisme yang digunakan mampu bekerja secara alami sehingga proses penguraian bahan organik berlangsung lebih efisien.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh pakar dari Mesir dengan menggunakan Effective Microorganisms (EM), dimana air limbah susu diolah melalui sistem aerasi dan pengendapan, kemudian dialirkan ke filter karbon aktif sebelum dianalisis kualitasnya. Dengan parameter yang diamati meliputi Total Suspended Solids (TSS) sebagai indikator jumlah padatan yang melayang dalam air, Biological Oxygen Demand (BOD) yang menunjukkan banyaknya oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik, Chemical Oxygen Demand (COD) yang menggambarkan jumlah keseluruhan bahan organik yang dapat dioksidasi, serta Total Nitrogen (TN) dan Total Phosphorus (TP) yang merupakan unsur hara penyebab eutrofikasi apabila jumlahnya berlebihan.
Diperoleh hasil bahwa penggunaan EM mampu memperbaiki kualitas air limbah susu,. Di antara ketiga perlakuan. Perlakuan ini mampu mengurangi padatan tersuspensi hingga 93%, menurunkan kebutuhan oksigen biologis (BOD) sebesar 96,2%, mengurangi kebutuhan oksigen kimia (COD) sebesar 95,9%, menurunkan total nitrogen sebesar 94%, dan mengurangi total fosfor sebesar 64%. Penurunan BOD dan COD yang sangat tinggi menunjukkan bahwa sebagian besar bahan organik dalam limbah telah berhasil diuraikan oleh aktivitas mikroorganisme. Hal ini menyebabkan kualitas air menjadi jauh lebih baik dan lebih aman untuk dimanfaatkan kembali sebagai air irigasi. Penurunan kandungan nitrogen dan fosfor juga sangat penting karena dapat mengurangi risiko pencemaran lingkungan akibat eutrofikasi pada badan air.
Dengan kemampuan tersebut, proses dekomposisi bahan organik berlangsung lebih cepat dan lebih sempurna serta memberikan pengaruh positif terhadap penurunan konsentrasi bahan pencemar.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi mikroorganisme efektif memiliki prospek yang sangat baik sebagai alternatif pengolahan limbah industri susu, terutama di negara-negara yang mengalami keterbatasan sumber daya air. Air limbah yang telah diolah tidak hanya menjadi lebih aman bagi lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber air irigasi sehingga membantu mengurangi penggunaan air bersih untuk sektor pertanian. Penerapan teknologi ini juga mendukung konsep ekonomi sirkular dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan karena limbah yang sebelumnya menjadi sumber pencemaran dapat diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat. Dengan biaya yang relatif rendah, teknologi yang sederhana, serta kemampuan mengurangi berbagai parameter pencemar hingga lebih dari 90%, penggunaan mikroorganisme efektif layak dipertimbangkan sebagai salah satu teknologi pengolahan air limbah industri susu yang efisien dan ramah lingkungan. (Inkorena Sukartono)
Source:
Ali, M.N., Youssef, T.F., Aly, M.M. and Abuzaid, A.G. 2021. Application of effective microorganisms technology on dairy wastewater treatment for irrigation purposes. Journal of Degraded and Mining Lands Management 8(4): 2917-2923,
doi: 10.15243/jdmlm.2021.084.2917.